Showing posts with label Dunia Militer. Show all posts
Showing posts with label Dunia Militer. Show all posts

Inilah Tank Transparant Buatan Inggris


London – Ilmuwan militer Inggris mengatakan sedang mengembangkan tank transparan. Kendaraan perang ini bisa digunakan di medan tempur, lima tahun mendatang.

Kendaraan lapis baja ini tidak benar-benar transparan. Tapi menggunakan teknologi kamuflase canggih, e-camouflage, yang membuatnya mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sensor elektronik modern tank akan merefleksikan lingkungan sekitar pada tubuh luar tank.

Inovasi ini berasal dari para ilmuwan perusahaan pertahanan asal Inggris, BAE System. Mereka juga mencari inovasi medan perang guna meningkatkan perlindungan pada prajurit dan memepercanggih senjata. Mereka menyatakan, pengembangan lapis baja transparan ini segera terwujud.

Lapis baja ini akan lebih kuat dari kaca antipeluru. Teknologi ‘integrasi biometrik’ yang digunakan, memanfaatkan program komputer untuk menganalisa keramaian dan pencarian potensi ancaman dengan menganalisa perilaku mencurigakan dalam kelompok atau individu.

Hingga kini, ide semacam ini memang masih sebatas sains fiksi. Namun ilmuwan BAE System meyakini teknologi ini segera menjadi nyata.

(VIDEO) ELECTRONIC RAILGUN Senjata Maut 8 Kali Kecepatan Suara

Senjata dahsyat kecepatan 8 ribu km per jam! Angkatan Laut Amerika Serikat baru-baru ini mempertontonkan senjata baru yang telah mereka kembangkan sejak beberapa tahun terakhir, yaitu electronic railgun

(VIDEO) ELECTRONIC RAILGUN Senjata Maut 8 Kali Kecepatan Suara

Spoiller Video, Check this

Jangan Lewatkan Artikel Menarik Berikut Ini

Inilah Rudal Korsel yang Bisa Menghancurkan Korea utara, CHINA dan RUSIA

Korea Utara bangga dengan rudal Taepodong. Namun, Korea Selatan tidak kalah hebat. Rudal Korea juga bisa menyerang wilayah China dan Rusia.


rudal Taepodong


Rudal Hyunmoo III Korsel mirip Tomahawk milik Amerika. Rudal tersebut ditaruh di sepanjang perbatasan Korea Utara, bersama dengan rudal balistik, dan senjata strategis lainnya. Rudal yang merupakan modifikasi dari rudal Hyunmoo sebelumnya itu mampu menjangkau Beijing dan Tokyo serta mengunci sasaran di seluruh wilayah Korea Utara.

Hyunmoo III dapat mencapai target dengan margin of error plus dan minus lima meter, karena dibantu dengan sistem Terrain Contour Matching (TERCOM).

Rudal balistik Hyunmoo mampu menghancurkan kawasan Pyongyang dan Shinuiju, Korea Utara dengan mudah jika perang. Sama seperti daerah dalam wilayah yang medium dan pendek provinsi Shinsang-ri, Hamgyeong Selatan, Gitaeryeong dan Gangwon.


Hyunmoo adalah rudal balistik yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan Pertahanan (Agency of Defense Development / ADD) dan LIG Nex1, pengembang rudal utama di Korea Selatan.

Seperti Tomahawk, Hyunmoo 3 memiliki panjang 6 meter, berat 1,5 ton, memiliki hulu ledak setengah ton serta diluncurkan secara tersembunyi di perbukitan yang menghadap Korea Utara.

Rudal Korea Selatan pada dasarnya memiliki jangkauan terbatas 300 kilometer terkait perjanjian pada 2001 dengan Amerika Serikat, yang bergabung dalam Missile Technology Control Regime(MTCR).


Namun, aturan ini hanya berlaku pada rudal berkecepatan tinggi, rudal balistik dengan kemampuan terbang bebas. Aturan tersebut tidak termasuk senjata yang bergerak di permukaan dan lambat, sering disebut cruise weapons atau rudal jelajah

Rudal jelajah yang sering dijuluki sebagai bom terbang merupakan peluru kendali yang menggunakan sayap terangkat dan sistem propulasi jet untuk melakukan penerbangan berkelanjutan. Rudal jelajah ini dapat bergerak dengan kecepatan supersonik atau subsonik tinggi. Ini untuk mengatasi kesulitan menghindari deteksi radal di lintasan non-rudal.


Hanya beberapa negara selain Korea Selatan yang memiliki rudal jelajah yaitu AS, Inggris, Prancis, Rusia, China dan Israel.[ito]

Jangan Lewatkan Artikel Unik Di Bawah ini

Video Penganiayaan Tersebar Youtube, 3 Anggota TNI Divonis 5 Bulan

Jayapura - Tiga anggota Kesatuan 753 AVT/NABIRE Kodam XVII Cendrawasih, divonis 7 bulan penjara terkait video kekerasan anggota TNI terhadap sejumlah warga Papua di Youtube. Ketiganya juga dinilai melanggar perintah atasan. Ketiga anggota TNI itu masing-masing Praka Syahminan Lubis, Prada Joko Sulistyo dan Prada Dwi Purwanto. Vonis tersebut dijatuhkan terhadap ketiganya dalam persidangan di Pengadilan Militer III-19, Jayapura, Kamis (11/11/2010).

Artikel kekerasan dan fenomena alam

"Ketiga terdakwa terbukti memenuhi unsur melanggar pasal 103 KUHPM junto 56 KUHP, yaitu melanggar perintah atasan atau tidak mematuhi perintah dinas untuk memperlakukan masyarakat dengan baik," kata ketua majelis hakim, Letkol Adil Karokaro saat membacakan putusan.

Vonis ini lebih tinggi dibandingkan tuntutan oditur militer terhadap ketiganya. Dalam persidangan sebelumnya, oditur militer menuntut ketiganya masing-masing 3 bulan penjara. Menanggapi vonis tersebut ketiga terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Artikel kekerasan dan fenomena alam

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Militer III-19 Jayapura, menjatuhkan vonis hukuman 7 bulan penjara kepada Letda Cosmos. Selaku pimpinan ketiga terdakwa lainnya, Letda Cosmos dianggap melanggar pasal 103 KUHPM junto 56 KUHP, yaitu itu perbuatan melawan perintah atasan.

Majelis hakim yang dipimpin Kolonel Adnan menyatakan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan sumpah prajurit dan 8 wajib TNI. Perbuatan terdakwa juga dinilai merusak sendi-sendi kehidupan dan mencoreng nama baik dan citra TNI di mata masyarakat dan dunia. "Maka itu majelis hakim berpendapat hukuman yang dijatuhkan perlu diperberat dari tuntutan oditur militer," ujar Adnan.

Vonis yang diterima perwira pertama TNI AD itu juga lebih berat 3 bulan dibandingkan tuntutan oditer militer. Atas putusan majelis hakim itu, Letda Cosmos juga menyatakan pikir-pikir dahulu.
Kasus ini berawal dari beredarnya rekaman video tentang tindak kekerasan keempat oknum TNI itu terhadap sejumlah warga Papua di Youtube. Dalam video itu, keempatnya terlihat menganiaya beberapa warga Papua yang diduga terlibat gerakan separatis. Para anggota TNI itu sesekali memukul dan menendang sejumlah warga yang ditangkap.