Merokok Memperkecil Peluang Keturunan Laki-laki

img3
Periset Amerika beranggapan perokok sulit mendapatkan anak laki-laki. Jika
merokok, peluang untuk menjadi ayah dari seorang jagoan kecil dan membayangkan bisa melatih anak laki-laki bermain sepakbola, basket, bela diri atau mengajari memancing, bisa terbang bersama asap rokok.

Merokok, selain mempunyai kaitan dengan kemandulan, akibat lamban dan rendahnya hitungan sperma, ternyata juga mengurangi kemungkinan mendapatkan anak laki-laki. Tidak peduli betapa cintanya kepada pasangan, beban akibat keinginan mendapatkan anak laki-laki dapat mempengaruhi hubungan dengan pasangan.

Jangan terburu-buru me-nyalahkan pasangan, tapi cobalah perhatikan kebia-saan buruk Anda, terutama kalau Anda seorang perokok berat. Merokok mengurangi kesuburan seorang laki-laki namun sekadar mengingatkan bahwa pada umumnya bila pria mengalami masalah infertilitas (kemandulan), penyebabnya adalah karena hitungan sperma (sperm count) rendah atau benih-benih tersebut sangat lamban. Dalam arti, mereka memerlukan waktu lama ketika berenang untuk bertemu dengan telur di saluran telur.

Untuk hitungan sperma, angka yang normal adalah 200 juta per sentimenter kubik. Riset ini memperlihatkan tingkat aktivitas sperma. Jika sperma lamban dan tidak bergerak, akan sulit untuk mencapai telur. Dalam penelitian yang dilakukan baru-baru ini di berbagai negara seperti Denmark, Inggris, AS dan Kanada, para peneliti mulai memperhitungkan kemungkinan merokok dapat mempengaruhi rasio atau perbandingan seseorang untuk mendapatkan anak laki-laki atau anak perempuan.

Secara umum, di negara mana pun, peluang kelahiran anak laki-laki lebih kecil dibandingkan tingkat kelahiran anak perempuan. Alasan apa yang melatarbelakanginya belum jelas benar. Tetapi sejumlah ahli kesehatan berspekulasi paparan racun pada sperma, akibat merokok, dapat mempengaruhi sistem reproduksi yang akan menghasilkan anak laki-laki atau perempuan.

Dr Misao Fukuda dari Fukuda Ladies Clinic di Hyogo, Jepang, dan rekan-rekannya, pada April 2002 ini, melaporkan hasil penelitiannya perihal kaitan merokok dengan perbandingan seseorang mendapatkan anak laki-laki atau anak perempuan.

Riset dilakukan terhadap 5400 perempuan yang melahirkan 11.800 bayi, selama bulan Desember 2000 sampai Juli 2001. Mereka menemukan bahwa di antara pasangan yang tidak merokok, diperoleh angka perbandingan 1,2: 1. Artinya terdapat 1,2 kelahiran anak laki-laki pada setiap kelahiran anak perempuan.

Sebaliknya perbandingan lebih rendah didapatkan pada pasangan yang merokok, dengan rasio 0,8:1. Diperoleh 0,8 anak laki-laki pada setiap kelahiran anak perempuan. Perbandingan makin tajam ketika ayah-ibunya merokok 20 batang rokok sehari atau lebih. Diantara pasangan jenis ini terdapat 310 anak perempuan dilahirkan, dibandingkan kelahiran 255 anak laki-laki.

Mengapa merokok menekan angka kelahiran anak laki-laki? Para peneliti menyatakan rokok memang bertanggungjawab terhadap jeleknya kualitas sel sperma. Dan sel sperma yang membawa kromosom Y -yang menciptakan embrio laki-laki- sangat rentan terhadap serangan racun berbahaya akibat rokok dibandingkan sel sperma pembawa kromosom X, yang bertanggungjawab terhadap kelahiran anak. [scienblog.com/hidayatullah]